Selasa, 03 Juni 2014

Benarkah Filipina unggul dalam hal pendidikan dibandingkan Indonesia.


Sunardi Ahmad [201320240211062]
Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang

Benarkah Filipina unggul dalam hal pendidikan dibandingkan Indonesia.
dalam review
Makalah Contemporary of Political Education in the Philippine (Organization and Administration of Education) oleh Nhelbourne K. Mohammad
Dosen Pengampu: Dr. Masduki, M.Pd

Dari berbagai sumber bacaan dan mengacu judul diatas penulis yakin bahwa secara pandangan filsafat Indonesia unggul dalam bidang pendidikan dibanding dengan Filipina, hal ini bisa dilihat bahwa bangsa kita memiliki Pancasila dan UUD yang melandasai dasar pemikiran konsep pendidikan Indonesia. Dalam sejarahnya Indonesiapun juga mengalami masa dimana konsep penjajah dalam masa pendidikan, sebut saja konsep pendidikan Belanda dengan mengusung konsep pendidikan yang sangat diskrimalisasi antara kaum pribumi dan kaum priyayi (juga kaum belanda), disamping itu juga perempuan dilarang bersekolah pada zaman tersebut. Sebelum kita benar-benar mengelola pendidikan sendiri, 3.5 tahun berikutnya setelah Belanda berkuasa kita juga sempat menikmati konsep pendidikan Jepang.
Berbeda dengan Indonesia, Filipina lebih banyak mengalami fase dimana Negara lain menguasi system pendidikan dinegara tersebut. Salah satu diantaranya adalah Spanyol yang  cukup lama menguasi system pendidikan disana, kemudian dilanjutkan Negara adi kuasa Amerika Serikat yang juga menanamkan faham kebangsaan mereka kedalam system pendidikan disana. Perlu diketahui bahwa doktin Kristen pada zaman spanyol sangat kuat.
Namun ada sisi positif yang bisa kita lihat dari penanaman faham dari kedua Negara tersbut di Filipina, misalnya Spanyol dan Amerika sama memberikan pendidikan yang berkualitas kepada penduduk Filipina dalam bentuk banyak membangun sekolah-sekolah yang sudah bisa dipastikan berasaskan pada filsafat masing-masing Negara tersebut.
Seperti yang tertuang dalam judul diatas bahwa benarkah Filipina lebih unggul dari pada Indonesia, tentu saja kita bertanya kenapa? Hal pertama penulis ajukan adalah karena di Filipina (setelah kemerdekan) pengelolaan pendidikan tidak termasuk dalam system pemerintahan jadi disana lembaga pendidikan berkuasa penuh atas kebijakan kebijakan yang berkenanan dengan pendidikan dan penyelenggaraannya. Hal ini sudah barang tentu berbeda dengan Negara kita yang lembaga pendidikannya tidak terlepas dari pemerintahan yang bisa diakatakan bahwa jika sebuah lembaga masyarakat dikuasi oleh pemerintah maka sedikit banyak lembaga tersebut akan sarat akan politik kepentingan pejabat atau kelompok tertentu saja tanpa melihat tujaun pendidikan seutuhnya yang sudah diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945.
Pada kasus permasalahan pendidikan antara Indonesia dan Filipina banyak memiliki kesamaan diantaranya masih susahnya menyatukan budaya local yang ada dikedua Negara tersebut, karena kita tahu Indonesia adalah Negara kepulauan yang sangat kaya akan budaya yang beragam dan berbeda disetiap daerahnya, hal serupa juga berlaku pada Filipina yang mayoritas negaranya beragama Kristen ini mengalami perbedaan budaya dengan kaum minoritas Muslim dibeberapa daerah dan pulau yang pada sejarahnya tidak mau mengikuti kebijakan pemerintah pusatnya.  Perlu diketahui dari sini kita unggul karena kebijakan pendidikan selain diatur oleh pemerintah pusat juga dikelola oleh pemerintah daerah jadi lebih maksimal dibanding dengan Filipina yang masih menganut system top-down yakni pusat yang mengatur segalanya.
Factor lain yang sama adalah lingkungan yang sangat beragam, latar belakang keluarga kemudian juga factor yang tidak kalah penting adalah tenaga pengajar atau guru. Dalam hal tenga pengajar antara Filipina dan Indonesia memiliki perbedaan yang mencolok, jika di Indonesia walaupun bukan berasal dari jurusan khusus keguruan maka individu yang memiliki kecakapan khusus maka bisa mengajar disekolah, berbeda dengan Filipina jika tidak lulus dari lembaga khusus maka tidak bisa mengajar hal ini menurut penulis sangat tidak adil karena semua individu memiliki kesemptan yang sama dalam mengajar dan pengajaran.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar