Sunardi
Ahmad [201320240211062]
Magister
Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
Pascasarjana
Universitas Muhammadiyah Malang
Benarkah
Filipina unggul dalam hal pendidikan dibandingkan Indonesia.
dalam review
Makalah Contemporary of Political Education in the
Philippine (Organization and Administration of Education) oleh Nhelbourne K.
Mohammad
Dosen Pengampu: Dr. Masduki, M.Pd
Dari berbagai sumber
bacaan dan mengacu judul diatas penulis yakin bahwa secara pandangan filsafat
Indonesia unggul dalam bidang pendidikan dibanding dengan Filipina, hal ini
bisa dilihat bahwa bangsa kita memiliki Pancasila dan UUD yang melandasai dasar
pemikiran konsep pendidikan Indonesia. Dalam sejarahnya Indonesiapun juga
mengalami masa dimana konsep penjajah dalam masa pendidikan, sebut saja konsep
pendidikan Belanda dengan mengusung konsep pendidikan yang sangat
diskrimalisasi antara kaum pribumi dan kaum priyayi (juga kaum belanda),
disamping itu juga perempuan dilarang bersekolah pada zaman tersebut. Sebelum
kita benar-benar mengelola pendidikan sendiri, 3.5 tahun berikutnya setelah
Belanda berkuasa kita juga sempat menikmati konsep pendidikan Jepang.
Berbeda dengan
Indonesia, Filipina lebih banyak mengalami fase dimana Negara lain menguasi
system pendidikan dinegara tersebut. Salah satu diantaranya adalah Spanyol
yang cukup lama menguasi system
pendidikan disana, kemudian dilanjutkan Negara adi kuasa Amerika Serikat yang
juga menanamkan faham kebangsaan mereka kedalam system pendidikan disana. Perlu
diketahui bahwa doktin Kristen pada zaman spanyol sangat kuat.
Namun ada sisi positif
yang bisa kita lihat dari penanaman faham dari kedua Negara tersbut di
Filipina, misalnya Spanyol dan Amerika sama memberikan pendidikan yang
berkualitas kepada penduduk Filipina dalam bentuk banyak membangun
sekolah-sekolah yang sudah bisa dipastikan berasaskan pada filsafat
masing-masing Negara tersebut.
Seperti yang tertuang
dalam judul diatas bahwa benarkah Filipina lebih unggul dari pada Indonesia,
tentu saja kita bertanya kenapa? Hal pertama penulis ajukan adalah karena di
Filipina (setelah kemerdekan) pengelolaan pendidikan tidak termasuk dalam
system pemerintahan jadi disana lembaga pendidikan berkuasa penuh atas
kebijakan kebijakan yang berkenanan dengan pendidikan dan penyelenggaraannya.
Hal ini sudah barang tentu berbeda dengan Negara kita yang lembaga
pendidikannya tidak terlepas dari pemerintahan yang bisa diakatakan bahwa jika
sebuah lembaga masyarakat dikuasi oleh pemerintah maka sedikit banyak lembaga
tersebut akan sarat akan politik kepentingan pejabat atau kelompok tertentu
saja tanpa melihat tujaun pendidikan seutuhnya yang sudah diamanatkan dalam
Pancasila dan UUD 1945.
Pada kasus permasalahan
pendidikan antara Indonesia dan Filipina banyak memiliki kesamaan diantaranya
masih susahnya menyatukan budaya local yang ada dikedua Negara tersebut, karena
kita tahu Indonesia adalah Negara kepulauan yang sangat kaya akan budaya yang
beragam dan berbeda disetiap daerahnya, hal serupa juga berlaku pada Filipina
yang mayoritas negaranya beragama Kristen ini mengalami perbedaan budaya dengan
kaum minoritas Muslim dibeberapa daerah dan pulau yang pada sejarahnya tidak
mau mengikuti kebijakan pemerintah pusatnya.
Perlu diketahui dari sini kita unggul karena kebijakan pendidikan selain
diatur oleh pemerintah pusat juga dikelola oleh pemerintah daerah jadi lebih
maksimal dibanding dengan Filipina yang masih menganut system top-down yakni pusat yang mengatur
segalanya.
Factor lain yang sama
adalah lingkungan yang sangat beragam, latar belakang keluarga kemudian juga
factor yang tidak kalah penting adalah tenaga pengajar atau guru. Dalam hal
tenga pengajar antara Filipina dan Indonesia memiliki perbedaan yang mencolok,
jika di Indonesia walaupun bukan berasal dari jurusan khusus keguruan maka
individu yang memiliki kecakapan khusus maka bisa mengajar disekolah, berbeda
dengan Filipina jika tidak lulus dari lembaga khusus maka tidak bisa mengajar
hal ini menurut penulis sangat tidak adil karena semua individu memiliki
kesemptan yang sama dalam mengajar dan pengajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar