Selasa, 03 Juni 2014

Jenjang Pendidikan, Salah satu Hambatan Komunikasi


Sunardi Ahmad [201320240211062]
Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang

Jenjang Pendidikan, Salah satu Hambatan Komunikasi
dalam review
Makalah Hubungan Antar Individu Dalam Organisasi (Kepribadian [personality] dan Komunikasi dalam Organisasi) oleh Nurjanah
Dosen Pengampu: Dr. Masduki, M.Pd

Sebuah bentuk organisasi pasti mengedepankan sebuah komunikasi agar tercipta hasil yang selaras. Biasanya proses komunikasi dalam suatu organisasi meliputi atasan dan bawahan dengan penyampaian yang terarah dari suatu atasan ke bawahannya yang semata-mata semua berorientasi berdasarkan organisasi.
Tujuan komunikasi dalam sebuah organisasi sangat memberikan banyak manfaat secara langsung yaitu memudahkan para anggota bekerja dari instruksi-instruksi yang diberikan dari atasan dan untuk mengurangi kesalahpahaman yang biasa terjadi dan memang sudah melekat pada suatu organisasi. Apabila semua bawahan dan atasan dapat berinteraksi dengan baik, maka seluruh kesalahpahaman yang beresiko mungkin akan berkurang, karena tiap manusia mempunyai cara penyampaian komunikasi yang berbeda-beda secara verbal. Dengan demikian semua pelaku organisasi harus berbicara, bertindak satu sama lain guna untuk membangun suatu lingkungan kondusif dan mengetahui situasi-situasi yang akan terjadi diluar dugaan karena kesalahan komunikasi sekecil apapun pasti akan berakibat fatal.
Komunikasi dilihat dari segi sifatnya
1.      Komunikasi Lisan yaitu menyampaikan informasi dan tanggapan secara langsung dengan berbicara
2.      Komunikasi Tertulis yaitu menyampaikan informasi dan tanggapan secara tertulis dengan menuliskan sebuah surat baik kepada penerima maupun pengirim pesan
Komunikasi dilihat dari segi arahnya
1.      Komunikasi ke atas yaitu komunikasi yang dilakukan dari bawahan ke atasan dalam sebuah organisasi
2.      Komunikasi ke bawah yaitu komunikasi yang dilakukan dari atasan ke bawahan dalam sebuah organisasi
3.      Komunikasi setingkat yaitu komunikasi yang dilalakukan setara atau sesama anggota organisasi
4.      Komunikasi searah yaitu komunikasi yang hanya dilakukan satu arah saja tanpa danya feed bak atau timbal balik, biasanya komunikasi ini bersifat perintah
5.      Komunikasi dua arah yaitu komunikasi yang dilakukan 2 arah dan mengakibatkan adanya feed back atau tumbal balik
Tidak sedikit jumpai dalam keseharian di lingkungan kita, kasus komunikasi yang salah, tetapi dianggap sebagai hal yang biasa. Ketika pendidikan di masyarakat kurang, maka kasus komunikasi yang salah itu semakin sering terjadi. Karena masalah komunikasi ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam mehamami prang lain. Oleh sebab itu, ketika wawasan seseorang sangat terbatas, akan kehilangan kemampuan untuk memahami perbedaan dengan lawan komunikasinya. Sehingga selalu bertumpu pada budaya "poko'e", apa pun yang ingin dikomunikasikannya serasa dipaksakan.
Demikian kasus komunikasi yang sering menjadi hambatan sosial di lingkungan masyarakat yang kurang pendidikan. Tetapi tidak jarang juga, meraka yang tergolong cukup berpendidikan pun, sering mengabaikan faktor-faktor komunikasi yang baik. Terlebih jika kita amati dari segi moral, maka kita akan banyak menemukan kasus komunikasi yang tidak sehat untuk sebuah pergaulan dan hubungan sosial dibutuhkan. Bagian penting dari setiap kasus komunikasi adalah masalah moral.
Oleh sebab itu, kasus komunikasi yang tidak efektif seperti ini, harus kita hindari. Memang kelihatannya bukan sesuatu yang mudah, apa lagi kalau keselahan-kesalahan seperti tersebut sudah dianggap biasa. Membentuk masyarakat yang produktif dan efektif dalam hubungan sosial, adalah seatu keharusan untuk meningkatkan harkat dan martabat bersama. Karena satu sama lain diantara kita saling terkait. Menadi baik sendiri, tidak cukup. Karena pengaruh kebiasaan lingkungan akan melemahkan kita juga. Dalam hal apa saja, memperbaiki kasus komunikasi yang salah itu suatu keharusan.
Terlebih bila kita ingin menempatkan diri yang baik dalam hubungan kemasyarakatan bersama. Dalam rumah tangga pun kasus komunikasi yang keliru juga menjadi pemicu munculnya berbagai macam masalah. Karenanya, kiranya sudah menjadi kebutuhan kita untuk melakukan perubahan dalam menyikapi kasus komunikasi yang biasa dan sering kita alami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar