Sunardi
Ahmad [201320240211062]
Magister
Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
Pascasarjana
Universitas Muhammadiyah Malang
Kepala
Sekolah, Bagaimana Seharusnya?
dalam review
Makalah Teori Organisasi (Aspek Organisasi, Tipe
Kepemimpinan dan Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi) oleh Mulyadin.
Dosen Pengampu: Dr. Masduki, M.Pd
Dua peran
itu dalam organisasi
semestinya seperti dua
sisi mata uang yang
tidak dapat dipisahkan
karena tanpa keahlian
manajerial, seorang pemimpin akan kesulitan menetapkan
langkah-langkah kerja rasional yang didasari oleh nilai-nilai teoritis
pengembangan organisasi. Kondisi itu dapat menimbulkan kemandekan. Sebaliknya,
apabila seorang manajer tidak memiliki keahlian memimpin maka lambat laun
organisasi akan kehilangan pamornya karena tidak ada orang yang dijadikan rujukan,
memberi motivasi, dan
menentukan arah organisasi. Artinya,
dalam iklim organisasi
yang turbulence, tidak
cukup dengan langkah kerja yang
teliti, rasional, sistematis, dan terprogram secara baik, tetapi juga
diperlukan keahlian mendorong para personil untuk bekerja penuh semangat, menjadi
katalisator yang mampu
berperan mewarnai sikap
dan perilaku orang ke arah lebih
baik (Komariah dan Triatna, 2006).
Fungsi kepala sekolah
sebagai pemimpin sekolah berarti kepala
sekolah dalam kegiatan
memimpinnya berjalan melalui tahap-tahap kegiatan
sebagai berikut: Pertama, perencanaan
(planning). Perencanaan pada
dasarnya menjawab pertanyaan apa yang
harus dilakukan, bagaimana
melakukannya, dimana dilakukannya,
oleh siapa dan
kapan di lakukan. Kegiatan-kegiatan sekolah
harus direncanakan oleh
kepala sekolah, hasilnya berupa
rencana tahunan sekolah yang akan berlaku pada tahun ajaran berikutnya. Rencana tahunan tersebut
kemudian dijabarkan ke
dalam program tahunan sekolah yang biasanya dibagi ke dalam dua program
semester.
Kedua,
pengorganisasian (organizing). Kepala
sekolah sebagai pemimpin bertugas
untuk menjadikan kegiatan-kegiatan sekolah berjalan
dengan lancer, sehingga tujuan
sekolah dapat tercapai.
Kepala sekolah perlu
mengadakan pembagian kerja yang
jelas bagi guru-guru
(dan staf) yang
menjadi anak buahnya. Dengan
pembagian kerja yang
baik, pelimpahan wewenang dan tanggung
jawab yang tepat
serta mengingat prinsip-prinsip pengorganisasian kiranya kegiatan sekolah
akan berjalan lancar dan tujuan dapat tercapai.
Ketiga,
pengarahan (directing). Pengarahan
adalah kegiatan membimbing anak buah dengan jalan memberi perintah (komando),
memberi petunjuk, mendorong semangat kerja, menegakkan disiplin, dan memberikan berbagai usaha lainnya agar
mereka dalam melakukan pekerjaan mengikuti arah yang ditetapkan dalam petunjuk,
peraturan atau pedoman yang telah ditetapkan.
Keempat, pengkoordinasian (coordinating). Pengkoordinasian adalah kegiatan menghubungkan orang-orang dan
tugas-tugas sehingga terjalin kesatuan
atau keselarasan keputusan,
kebijaksanaan, tindakan, langkah,
sikap serta tercegah dari timbulnya
pertentangan, kekacauan, kekembaran (duplikasi), dan kekosongan tindakan.
Kelima, pengawasan
(controlling). Pengawasan
adalah tindakan atau kegiatan
usaha agar pelaksanaan
pekerjaan serta hasil
kerja sesuai dengan rencana, perintah, petunjuk atau
ketentuan-ketentuan lainnya yang telah ditetapkan.
Mengapa banyak kepala
sekolah gagal dalam kepemimpinannya? Salah satunya adalah karena mereka sedikit
meluangkan waktu untuk mengenal dan berinteraksi dengan
pendidik dan tenaga
kependidikan di sekolah,
sehingga mereka tidak mengetahui
kondisi dan kebutuhan
bawahannya. Kepekaan rasa kepala sekolah
terhadap individu-individu yang
dipimpinnya sangat rendah. Mereka menutup
mata dan telinga
terhadap situasi kritis
yang terjadi di
arusbawah, karena mereka
merasa terhormat, sehingga
merasa rendah jika
harus turun menemui dan menyapa
bawahannya. Sikap dan
perilaku kepala sekolah tersebut menyebabkan
ketidakefektifan
kepemimpinan kepala sekolah, sebab pendidik dan
tenaga kependidikan sudah
tidak respek lagi
terhadap mereka. Kepatuhan dan
kinerja bawahan tidak didasarkan pada nilai tertentu melainkan hanya kamuplase
belaka. Maxwell (2000) menulis, “Jika
Anda tidak meluangkan waktu untuk berhubungan dengan
bawahan Anda, Anda
tidak akan mampu memimpin mereka
dengan efektif”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar